Pengelolaan Parawisata
Di Pesisir Pantai Kabupaten Berau
Dengan Basis
Masyarakat
1.
Pendahuluan
Kalimantan
Timur merupakan salah satu daerah tujuan wisata di Indonesia yang tidak kalah
indah dengan tempat wisata diluar sana, dimana memiliki potensi budaya dan
pariwisata yang tak kalah menariknya dengan tujuan wisata lain di Indonesia.
Hampir 90% objek wisata yang ada disediakan oleh alam Kalimantan, dan 10%
lainnya adalah obyek wisata buatan untuk mendukung kepariwisataan di daerah ini.
Kabupaten Berau salah satu daerah dikalimantan timur yang memiliki banyak
tempat pariwisata khususnya pariwisata bahari. Barau memiliki Visi yaitu
Terciptanya masyarakat Berau yang mandiri melalui Konservasi Keanekaragaman
hayati dan Transformasi Pengetahuan . dan misi 1. Terciptanya kondisi alam
berau yang lestari 2. Meningkatkan kesadaran masyarakat berau akan arti
pentingnya lingkungan hidup guna menunjang keberlangsungan generasi dimasa yang
akan datang dan 3. Mewujudkan kolaborasi multi stakeholder bersama masyarakat
guna pembangunan berkelanjutan yang transparanpotensi wisata yang dikembangkan.
Dengan pengembangan potensi pariwisata, berau dapat mewujudkan visi dan
misinya. Berau juga memiliki wilayah laut yang indah, Pulau-pulau yang masuk
dalam wilayah Kabupaten Berau adalah Pulau Menumbar, Pulau Kakaban, Pulau
Semana, Pulau Sambit, Pulau Bakungan, Pulau Inaka dan Pulau Maratua . Di
perairan sekitar pulau-pulau tersebut terhampar pulau karang laut, berbagai
jenis ikan hias juga terdapat ikan duyung, kepiting kenari, penyu hijau dan
mutiara alam.
2. Tinjauan
Teori
a. Konsep
Pengelolaan
Menurut
Terry (2009) pengelolaan (Management) merupakan sebuah proses yang khas, yang
terdiri dari tindakan-tindakan; perencanaan, pengorganisasian, dan pengawasan
yang dilakukan untuk menentukan serta mencapai sasaran-sasaran yang telah
ditetapkan melalui pemanfaatan sumber daya manusia dan sumber-sumber lainnya.
Sejalan dengan Terry, Oey Liang Lee dalam Suprapto (2009), juga mendefinisikan
manajemen sebagai seni perencanaan, pengorganisasian, pengarahan,
pengkoordinasian, dan pengontrolan atas human and national resources (terutama
human resources) untuk mencapai tujuan yang telah ditentukan lebih dahulu.
Beberapa pengertian Pengelolaan wilayah pesisir terpadu dengan menggunakan
beberapa pemahaman oleh Rokhmin Dahuri (2004:171):
1. Proses
Pengelolaan yang mempertimbangkan hubungan timbal balik antara kegiatan
pembangunan(manusia) yang terdapat diwilayah pesisir dan lingkungan alam
(ekosistem) yang secara potensial terkena dampak kegiatan-kegiatan tersebut.
2.
Pengelolaan adalah penyusunan dan pengembalian keputusan secara rasional
tentang pemanfaatan wilayah pesisir beserta segenap sumberdaya alam yang
terkandung didalamnya secara berkelanjutan.
3. Suatu
proses continue dan dinamis yang mempersatukan/ mengharmoniskan kepentingan
antara berbagai stakeholders (pemerintah, swasta, masyarakat local, LSM ); dan
kepentingan ilmiah dengan pengelolaan pembangunan dalam menyusun dan
mengimplementasikan suatu rencana terpadu untuk membangun (memanfaatkan) dan
melindungi ekosistem pesisir beserta segenap sumberdaya alam yang terdapat
didalamnnya, bagi kemakmuran/kesejahteraan umat manusia secara adil dan
berkelanjutan.
4. Suatu
proses kontinu dan dinamis dalam penyusunan dan pengambilan keputusan tentang
pemanfaatan berkelanjutan dari wilayah pesisir beserta segenap sumberdaya alam
yang terdapat didalamnya.
b. Pengembangan
Pariwisata
Strategi
pengembangan pariwisata menurut Rangkuti (2002:3) sebagaimana mengutip
Chandler, strategi merupakan suatu alat untuk mencapai tujuan dalam kaitannya
dengan tujuan jangka panjang, program tidak lanjut serta pioritas sumberdaya.
Selanjutnya menurut Suwantoro (1997:56) ada beberapa langkah pokok dalam
melakukan strategi pengembangan pariwisata yaitu ; 1. Dalam jangka pendek
dititik beratkan pada optimal 2. Dalam jangka menengah dititik beratkan pada
konsolidasi 3. Dalam jangka panjang dititik beratkan pada pengembangan dan
penyebaran. Menurut Marpaung (2002:19) : “Perkembangan kepariwisataan bertujuan
memberikan keuntungan baik bagi wisatawan maupun warga setempat.Pariwisata
dapat memberikan kehidupan yang standar kepada warga setempat melalui keuntungan
ekonomi yang didapat dari tujuan wisata.Dalam perkembangan infrastruktur dan
fasilitas rekreasi, keduanya menguntungkan wisatawan dan warga setempat,
sebaliknya kepariwisataan dikembangkan melalui penyediaan tempat tujuan
wisata”. Hal tersebut dilakukan melalui pemeliharaan kebudayaan, sejarah dan
taraf perkembangan ekonomi dan suatu tempat tujuan wisata yang masuk dalam
pendapatan untuk wisatawan akibatnya akan menjadi pengalaman yang unik dari
tempat wisata. Pada waktu yang sama, ada nilai-nilai yang membawa serta dalam
perkembangan kepariwisataan. Sesuai dengan panduan, maka perkembangan
pariwisata dapat mempebesar keuntungan
sambil memperkecil masalah-masalah yang ada.
c. Perencanaan
dan Pengelolaan Pariwisata
Marpaung (2002:79)
menyatakan bahwa hal yang perlu diperhatikan dalam pengelolaan daya tarik
potensial harus dilalukan penelitian ,inventarisasi dan evaluasi sebelum
fasilitas wisata dikembangkan. Hal ini penting agar perkembangan daya tarik
wisata yang ada dapat sesuai dengan keinginan pasar potensial dan untuk
menentukan pengelolaan yang tepat dan sesuai.
Adapun Yoeti (1990:285)
menyatakan bahwa ada tiga faktor yang dapat menentukan berhasilnya pengelolaan
pariwisata sebagai industri, ketiga faktor tersebut diantaranya tersedianya
objek wisata, adanya fasilitas aksessibilitas fasilitas-fasilitas seperti
tempatpenginapan,restoran, hiburan, transportasi local yang memungkinkan
wisatawan bepergian 20 ditempat-tempat serta alat komunikasi. Objek wisata
merupakan akhir perjalanan wisata yang harus memenuhi syarat aksesbilita, yaitu
objek wisata harus mudah dicapai.
3.
Pembahasan
Pengembangan sektor
pariwisata mampu mendorong pengembangan sektor-sektor lain baik secara langsung
maupun secara tidak langsung. Pengembangan kawasan pantai misalnya, akan
mendorong pengembangan bidang transportasi baik berupa perbaikan jalan maupun
route angkutan kendaraan umum. Perbaikan sarana jalan dan angkutan kendaraan
umum mengakibatkan daerah di sekitarnya terbebas dari isolasi, yang pada akhirnya
membawa pengaruh pada dinamika kehidupan penduduknya. Di samping itu,
pengembangan sektor pariwisata membuka peluang bagi penduduk sekitarnya untuk
meningkatkan taraf perekonomian melalui bisnis rumah makan maupun penginapan.
Kepulauan Derawan mempunyai potensi laut yang sangat kaya dan menurut para ahli
keindahan taman laut dan keanekaragaman biota laut yang hidup di pulau itu
menduduki posisi ke tiga di dunia. Pulau Derawan kini dikelola oleh PT. Bhumi
Manimbora Interbuana sejak 1993 dan telah dilengkapi dengan cottages ,
restoran, speed boat serta perlengkapan selam lainnya. Kepulauan Derawan dengan
perairan sekitarnya yang merupakan tempat tinggal lebih dari 347 jenis ikan
karang dan 222 jenis hewan karang. juga terdapat berbagai invertebrate termasuk
biota yang dilindungi, yaitu 5 jenis kima, 2 jenis penyu (hijau dan sisik),
ketam kelapa, dan ikan duyung (dugong). Bahkan 5 pulau kecil yang tak
berpenghuni di wilayah ini menjadi tempat bertelur penyu hijau yang terbesar di
Asia Tenggara.
Pulau Derawan terletak
di perairan sekitarnya terdapat taman laut dan terkenal sebagai wisata selam
(diving) dengan kedalaman sekitar lima meter. Terdapat beraneka ragam biota
laut disini, diantaranya cumi-cumi (cuttlefish), lobster, ikan pipa (ghost-pipe
fish), gurita (blue-ring octopus), nudibranches, kuda laut (sea-horses), belut
pita (ribbon eels) dan ikan kalajengking (scorpion fish). Pada batu karang di
kedalaman 10 meter, terdapat karang yang dikenal sebagai “Blue Trigger Wall”
karena pada karang dengan panjang 18 meter tersebut banyak terdapat ikan
trigger (red-toothed trigger fishes). Pulau ini memiliki permukaan air laut
dengan gradasi warna biru dan hijau yang memukau, hamparan pasir nan lembut,
barisan pohon kelapa di pesisir pantai, dengan hutan kecil di tengah-tengah
pulau yang merupakan habitat dari bermacam jenis tumbuhan dan hewan serta
keindahan alam bawah laut yang mempesona. Sehingga tempat ini dapat digunakan
sebagai tujuan menyelam bertaraf dunia dan menjadikan pulau ini sebagai pulau
impian bagi para penyelam. Fasilitas pendukung yang dapat ditemukan di pulau
ini cukup lengkap mulai jasa akomodasi seperti resort, penginapan dan rumah
singgah; hingga kuliner, cenderamata dan olah-raga air seperti diving,
snorkeling, banana boat, jet-ski, layar dan memancing. Parawisata pesisir di
Kabupaten Berau sudah cukup baik tidak hanya dengan adanya kekayaan alam
ekosistem pesisirnya namun karna adanya pengelolaan masyarakat dengan bantuan
dan bimbingan pemerinta juga swasta, menjadikan kawasan pesisir disana menjadi
salah satu objek wisata yang banyak sekali dikunjungin wisatawan apalagi pada
saat liburan. Fasilitas disana sudah sangat menunjang dan pengelolaan sumber
daya alamnya sudah cukup baik contohnya pengelolaan terumbu karang,biota
laut,rumput laut dan lainnya. Inilah yang akan menjadi salah satu pemasukan
perekonomian masyarakat yang ada di sekitar wilayah parawisata pesisir
Kabupaten Berau apabila mereka mengelolanya dengan baik dan secara
berkelanjutan.
Pada dasarnya peluang
investasi pada sector wisata berau merupakan investasi dibidang pengembangan
potensi yang telah ada. Dan ada beberapa titik potensi kawasan wisata yang
belum dikelola secara optimal. Upaya pemerintah untuk mendorong sektor wisata,
pada umunya baru sebatas pada kegiatan promosi kawasan. Potensi wisata yang
terdapat pada kawasan berau dapat menjadi peluang investasi yang paling
potensial, akumulasi penduduk dan ketersediaan infrastruktur kawasan yang
mendukung pengembangan potensi wisata di wilayah ini. Dalam hal ini penyediaan
kelengkapan sarana wisata seperti hotel/penginapan, sarana perbelanjaan,
keragaman hiburan, maupun keragaman acara dapat menjadi daya tarik yang
luarbiasa bagi pengembangan wisata di daerah ini. Pengetahuan tentang alam dan
budaya serta daya tarik suatu wilayah dimiliki oleh masyarakat setempat. Oleh
karena itu keterlibatan masyarakat pada tahap perencanaan pengelolaan dan
pengembangan ekowisata sangat penting. Dan memperhatikan kearifan tradisional
dan kekhasan daerah setempat agar tidak terjadi benturan kepentingan dengan
kondisi sosial budaya masyarakat berau. Menyediakan peluang usaha dan
kesempatan kerja semaksimal mungkin bagi masyarakat sekitar kawasan.
DAFTAR
PUSTAKA
A. Yoeti, Oka. 1997. Perencanaan dan
Pengembangan Pariwisata. PT Pradnya Paramita. Jakarta.
Dahuri,
Rokhmin, dkk.1996. Pengelolaan Sumberdaya Wilayah Pesisir dan
A. Lautan Secara Terpadu. Jakarta : PT. Pradnya Paramita.
Marpaung,
Happy 2002. Pengetahuan Kepariwisataan. Bandung : Alfabeta.
Rangkuti,
Freddy (2002), Measuring Customer Satisfaction, Penerbit PT Gramedia Pustaka
Utama, Jakarta
Suprapto,
2009. Komunikasi Organisasi, Jakarta :Edisi V. Cetakan ketujuh
Suwantoro,
Gamal. 2004. Dasar-dasar Pariwisata. Penerbit Andi Yogyakarta
Terry,
George R. (2010). Prinsip-prinsip Manajemen. Penerbit Bumi Aksara.
Adapun
sumber link diakses tanggal 18 Desember 2018 pukul 13:16 berikut adalah akses
link :
Komentar
Posting Komentar