HUBUNGAN KOMUNIKASI
DALAM PERENCANAAN WILAYAH DAN KOTA
Apa yang kamu ketahui tentang
komunikasi ?. Bagaimana bentuk komunikasi dalam bidang perencanaan wilayah dan
kota ?. Menurut istilah komunikasi adalah proses penyampaian dan penerimaan
informasi atau pesan agar lebih efektif juga mudah dipahami. Sebagai makhuk
sosial,pastinya kehidupan kita selalu bergantung pada individu yang lainya. Tujuan
komunikasi yaitu untuk meperjelas apa yang akan disampaikan,supaya dapat saling
memahami,supaya ide kita dapat diterima orang lain,dan untuk memerintah orang
lain sesuai tujuan kita. Dalam bidang perencanaan wilayah dan kota, komunikasi
yang sering di gunakan ada beberapa bentuk. Bentuk komunikasi dalam bidang perencanaan
terbagi menjadi komunikasi lisan,tertulis, dan visual. Komunikasi lisan
biasanya digunakan planner pada saat melakukan interaksi kepada masyarakat
untuk menjelaskan aspek-aspek atau ide-ide apa saja yang ingin di sampaikan
agar dapat mencapai sebuah tujuan,dimana semua masyarakat harus paham dan
mengerti apa yang kita sampaikan juga jelaskan. Kedua komunikasi tertulis
biasanya digunakan pada saat mengirimkan pesan,berbentuk email atau berbentuk
file yang berisi tentang informasi berupa data-data yang di perlukan. Dan yang
terakhir komunikasi visual biasanya digunakan plenner pada saat melakukan
presentasi dan promosi dari sebuah peta.
Apakah anda tau apa itu peta?.
Peta merupakan gambaran muka bumi yang di sajikan dalam bidang datar yang dapat
menunjukkan letak geografis suatu objek di muka bumi dengan menggunakan skala
tertentu,lalu di lengkapi dengan berbagai macam simbol-simbol sebagai
keterangan. Peta menggambarkan semua kenampakan bumi berupa
laut,gunung,pulau,selat,jalan,dan lain-lain. Mengapa dalam bidang perencanaan
wilayah dan kota peta merupakan suatu hal yang penting,ini dikarnakan peta
adalah salah satu alat informasi untuk perencanaan. Dalam bidang perencanaan
peta digunakan untuk menunjukkan lokasi-lokasi yang harus direncanakan. Peta
juga dapat menunjukkan daerah mana yang termasuk ke dalam daerah rawan bencana
banjir,sehingga perencanaan yang disusun pada daerah tersebut tepat dan efektif. Selain itu,peta juga dapat
menjadi alat informasi analisis yang cukup efektif dalam peroses perencanaan.
Adapun beberapa contohnya seperti analisis kepadatan penduduk dalam suatu
kawasan. Jumlah penduduk dalam suatu kawasan dapat dipetakan agar dapat melihat
daerah mana sajakah yang mayoritas penduduknya paling tinggi. Hasil dari
analisis kepadatan jumlah penduduk yaitu rencana distribusi penduduk dengan
tujuan untuk memilah atau melakukan penyebaran penduduk agar kepadatan jumlah
penduduk di suatu wilayah dapat berkurang.
Peta memiliki berbagai macam
karakter sehingga dapat di kelompokkan menjadi beberapa jenis,antara lain:
1.Berdasarkan
bentuk penyajian dan jenis datanya
a.Peta Garis,
yaitu peta yang menyajikan detail planimetris maupun ketinggian dalam bentuk
garis dan simbol-simbol.
b.Peta Foto,yaitu
peta yang disajikan dalam bentuk foto yang telah direktifikasi sedemikian rupa
sehingga skalanya seragam(orthogonal) dan dapat pula ditumpangtindihkan dengan
detail seperti pada peta garis.
c.Peta Digital,yaitu
peta dalam bentuk data vektor,raster,atau kombinasi keduanya. Peta digital
dalam bentuk vektor diperoleh dengan cara digitasi dengan XY
Digitizer,sedangkan data raster
diperoleh dari hasil digital scanning,dan hasil pemotretan digital atau
juga bisa dari pengolahan citra satelit.
2.Berdasarkan
jenis data yang disajikan serta fungsinya
a.Peta
Topografi,yaitu peta yang menggambarkan bentuk relief (tinggi rendahnya)
permukaan bumi. Dalam peta topografi digunakan garis kontur (countur line)
yaitu garis yang menghubungkan tempat-tempat yang mempunyai ketinggian sama.
b.Peta
Tematik,yaitu peta yang hanya menyajikan detail atau data tertentu sesuai
dengan keperluannya. Misalnya Peta Geologi,Peta Pariwisata,Peta
jalan/Transportasi,dan Peta Hidrologi.
3.Berdasarkan
skala
a.Peta
Kadaster adalah peta dengan skala 1:100 sampai 1:5000.Contohnya peta jaringan
jalan,air,dan lain-lain.
b.Peta skala
besar adalah peta dengan skala 1:5000 sampai 1:250.000. Contohnya peta
kecamatan.
c.Peta skala
sedang adalah peta dengan skala 1:250.000 sampai 1:500.000. Contohnya peta
kabupaten.
d.Peta skala
kecil adalah peta dengan skala 1:500.000 sampai 1:1.000.000. Contohnya peta
provinsi.
d.Peta
Geografis adalah peta dengan skala lebih besar dari 1:1.000.000.Contohnya peta
dunia.
Peta juga memiliki unsur-unsur
didalamnya yaitu judul peta,petunjuk arah,skala,tahun pembuatan,legenda,garis
astronomi,simbol,lettering,inset,garis tepi,dan tata warna. Unsur-unsur peta
memiliki fungsi sebagai berikut:
a.Judul Peta
yaitu keterangan tentang daerah yang digambarkan dan biasanya dicantumkan
diatas gambar peta.
b.Petunjuk
Arah yaitu gambar arah mata angin yang
penggambarannya cukup dengan huruf U(arah utara) yang terletak dibagian
kosong (pinggir peta) agar tidak mengganggu inti peta yang ingin di
informasikan.
c.Skala yaitu
ukuran perbandingan antara keadaan yang
ada pada peta dengan keadaan aslinya.
d.Tahun
pembuatan yaitu pembuktian yang menggambarkan keadaan lapangan baik asli maupun
buatan.
e.Legenda yaitu
penjelasan penting mengenai simbol-simbol yang ada didalam peta.
f.Garis
Astronomis yaitu garis yang digunakan untuk menentukan lokasi suatu tempat.
g.Sumber
peta dan Tahun Pembuatan Peta yaitu informasi darimana peta itu di dapat dan
kapan peta itu dibuat.
h.Lettering
yaitu semua tulisan yang digunakan sebagai penguat atau mempertegas arti
simbol-simbol yang ada.
i.Inset
yaitu peta kecil yang berada pada peta besar.
Peta sudah menjadi bagian yang
penting dalam menyusun produk-produk perencanaan wilayah dan kota. Ada banyak
produk-produk perencanaan yang di kembangkan di indonesia yang bertujuan
memperbaiki keseimbangan suatu wilayah dan kota agar dapat,menjadi suatu daerah
yang diimpikan masyarakat atau menjadi daerah yang lebih maju. Adapula
perbedaan antara visualisasi peta pada produk-produk perencanaan,dikarnakan
setiap apa yang direncanakan pastinya berbeda-beda. Salah satu contohnya yaitu RTRW
dan RDTR dimana keduanya memiliki perbedaan ditingkat kedetailannya,karena RDTR dalam menyusun hal-hal yang ingin di
rencanakan pada suatu kawasan wilayah kabupaten dan kota lebih terperinci juga
dilengkapi dengan peraturan zonasi di bandingkan RTRW. Karena RTRW hanya
mencangkup tata ruang secara umum dan tidak terlalu detail. Dalam menyusun
produk perencanaan dibutuhkan sosialisasi kepada masyarakat agar masyarakat tau
gambaran (visual) hasil rencana dan mendukung rencana yang di buat. Keberagaman
latarbelakang masyarakat dan kurangnya pengetahuan akan tata ruang menjadi
tantangan yang harus dihadapi. Setiap perencana di harapkan mampu dan kreatif
menginformasikan produk perencanaan yang di susun kepada masyarakat melalui
media-media informatif. Hal yang dijabarkan pada sebuah peta bukan merupakan
satu-satunya media informatif yang membuat masyarakat paham akan rencana yang
disusun. Adapun contoh media-media informatif yang dapat menjadi media visual
perencana sebagai berikut:
a.WebGIS
ialah aplikasi geographic yang bisa kita pakai dengan mengunakan akses
internet.
b.Poster
ialah gambaran pada suatu kertas besar dan biasanya dipasang sebagai iklan pada
dinding-dinding,yang bertujuan untuk menyampaikan informasi kepada pembaca.
c.Animasi
ialah pembuatan gambar yang dapat bergerak agar lebih menarik menggunkan
aplikasi tertentu.
d.Video
ialah film pendek yang menjelaskan suatu rancangan perencanaan wilayah supaya
kedepannya dapat lebih baik lagi.
e.Maket
ialah tiruan 3 dimensi dari suatu wilayah yang telah direncanakan maupun yang
belum direncanakan dimana wilayah tiruan itu memiliki skala yang kecil dan
dapat juga di buat dari tanah liat,kayu,dll.
Selain visualisasi peta, dalam
perencanaan adapula perangkat (tools) yang dapat menunjang komunikasi visual
dalam bidang perencanaan contohnya sebagai berikut:
a.ArcGIS
adalah suatu paket perangkat lunak yang terdiri dari sistem informasi geografis
(SIG), dimana perangkat ini telah diproduksi oleh Esri dan digunakan untuk
mengolah juga menyimpan database bereferensi geografis.
Visualisasi ArcGIS
b.AutoCAD
adalah perangkat lunak CAD yang memiliki fungsi untuk menggambar atau mendesain
sebuah objek 2 dimensi maupun 3 dimensi dengan menggunakan sistem CAD.
Visualisasi AutoCAD
c.Skechup
adalah perangkat lunak untuk desain grafis yang dibuat dan dikembangkan oleh
Trimble. Skechup dapat digunakan untuk membuat bermacam-macam jenis model,dan
model yang dibuat dapat diletakan di Google Earth atau juga dapat dipamerkan di
3D Warehouse.
Visualisasi Skechup
d.CorelDraw
adalah perangkat lunak design grafis yang digunakan untuk membuat berbagai
macam dan bentuk design contohnya logo,kartu nama,poster,kalender,stiker,dan
lain-lain yang bertujuan agar lebih informatif dan komunikatif di mata orang
banyak.
Visualisasi CorelDraw
Daftar
Pustaka




Komentar
Posting Komentar