CRITICAL REVIEW TENTANG PERMASALAHAN LINGKUNGAN DI SEMPADAN PANTAI TAMAN WISATA PERAIRAN GILI TRAWANGAN, NUSA TENGGARA BARAT


CRITICAL REVIEW TENTANG PERMASALAHAN LINGKUNGAN DI SEMPADAN PANTAI TAMAN WISATA PERAIRAN GILI TRAWANGAN, NUSA TENGGARA BARAT

1.     PENDAHULUAN
Seperti yang kita ketahui bahwa parawisata merupakan salah satu kawasan atau sektor unggulan dalam meningkatkan perekonomian nasional dimana saat ini sangat berkembang pesat.Salah satu wilayah parawisata pesisirnya yang berkembang pesat saat ini ialah Kabupaten Lombok Utara,dimana kabupaten ini adalah wilayah daerah termuda yang ada Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB).Wilayah ini terbentuk pada tahun 2008 dimana dari hasil pemekaran Kabupaten Lombok Barat.Pada kawasan pesisir pantai di Kabupaten Lombok Utara memiliki sumber daya alam yang sangat kaya,tidak hanya itu saja pesisir tersebut memiliki keindahan pemandangan yang sangat unik dimana Pemda KLU (Klasifikasi Lapangan Usaha) terus berusaha mengembangkan kawasan-kawasan yang dianggap sangat berpotensi.Adapun salah satu kawasan yang dikembangkan saat ini ialah kawasan Tiga Gili Matra yaitu (Gili Meno,Gili Air dan Gili Trawangan).Namun pada jurnal ini yang diteliti ialah kawasan pesisir pantai Gili Trawangan.Luas wilayah yang dimiliki oleh kawasan Gili Trawangan ialah ± 340 ha.

2.     TUJUAN PENELITIAN
Adapun tujuan dari penelitian ini ialah :
a.      Mengidentifikasi permasalahan lingkungan yang terjadi di kawasan sempadan pantai taman wisata Gili Trawangan,NTB.
b.     Menganalisis penyebab akar dari permasalahan lingkungan yang ada di kawasan pantai taman wisata Gili Trawangan,NTB.
c.      Menganalisis pengelolaan kawasan sempadan pantai taman wisata Gili Trawangan,NTB.

3.     ISU-ISU YANG DIBAHAS
Pada jurnal ini isu-isu yang di angkat ialah tentang permasalahan lingkungan di sempadan pantai taman wisata perairan Gili Trawangan,Nusa Tenggara Barat.Dimana dalam jurnal ini membahas tentang kondisi lingkungan di sepadan pantai Gili Trawangan tersebut.Seperti yang di ketahui bahwa Gili Trawangan merupakan salah satu DTW (Daerah Tujuan Wisata) andalan bagi KLU (Klasifikasi Lapangan Usaha) dan Prov. NTB, maka sudah sepatutnya untuk kondisi lingkungan Gili Trawangan harus terus dijaga dimana guna meningkatkan kepuasan wisatawan yang datang dan juga meningkatkan kualitas hidup masyarakat setempat sebagai tuan rumah dari segi ekonomi juga sosialnya. Adapun kenyataan fakta yang ada di lapangan menunjukkan bahwa kondisi lingkungan pada kawasan Gili Trawangan semakin menurun kualitasnya dikarnakan adanya degradasi lingkungan dimana disebabkan oleh kegiatan pembangunan yang tidak berfungsi dengan baik sesuai komponen-komponennya lingkungannya . Seperti yang dijelaskan pada jurnal ini bahwa sudah banyak peraturan dan perundangan yang dibuat dimana sebagai payung hukum dan arahan dalam melakukan perencanaan dan pengelolaan kawasan pulau-pulau kecil agar tetap lestari dan terjaga, namun pengelolaan yang dilakukan hingga saat ini masih belum terlalu optimal. Bahwa dapat di lihat fakta yang ada di lapangan menunjukkan masih banyaknya terjadi pelanggaran pemanfaatan fungsi kawasan termasuk di kawasan sempadan pantai Gili Trawangan. Pelanggaran yang dibuat tersebut antara lain disebabkan karena masih kurangnya pemahaman dan kepedulian para pihak yang berkepentingan akan arti pentingnya menjaga kualitas lingkungan dimana untuk mendukung keberlanjutan perencanaan pembangunan pariwisata. Oleh sebab itu perlu adanya upaya pengelolaan wilayah, khususnya di kawasan sempadan pantai Gili Terawangan dengan mengikuti peraturan dan perundangan yang berlaku agar nantinya dapat berjalan lebih optimal seperti yang diharapkan. Adapun pembangunan pariwisata di Gili Trawangan diharapkan dapat terus berlanjut tidak hanya untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat saja, namun juga untuk meningkatkan kualitas lingkungannya, agar para wisatawan yang berkunjung merasakan keindahan dan kenyamanan di wilayah kawasan pantai Gili Trawangan tersebut.

4.     METODOLOGI
Pada penelitian ini lokasi yang di fokuskan ialah kawasan Gili Trawangan karna nerupakan salah satu daerah tujuan wisata (DTW) yang mana paling banyak di minati dan dikunjungi oleh para wisatawan.Dikarnakan wilayah tersebut sangat berkembang pesat dibandingkan wilayah lainnya seperti Gili Meno dan Gili Air. Penelitian ini dilakukan dengan pen-dekatan dan metode kualitatif. Data atau informasi terkini terkait kegiatan dan berbagai masalah lingkungan serta upaya pengelolaan pariwisata di Gili Trawangan diperoleh melalui observasi lapang dan wawancara mendalam dengan beberapa informan. Selanjutnya hasil wawancara dengan para informan ditranskrip dan dianalisis secara deskriptif.
Wawancara dilakukan dengan teknik snowball sampling.Awalan dalam penelitian ini ialah mula-mula peneliti menemui informan pangkal yaitu individu yang pertama kali ditemui karena dinilai dapat menjadi ‘pembuka pintu’ dalam proses pengumpulan data. Selanjutnya peneliti menemui beberapa informan kunci berdasarkan referensi yang telah diberikan oleh informan pangkal. Informan kunci adalah individu-in-dividu tertentu yang dinilai menguasai permasalahan yang hendak diteliti dan mempunyai keahlian serta berwawasan cukup terkait pengelolaan pariwisata dan lingkungan di Gili Trawangan.

5.     HASIL DAN PEMBAHASAN
1.     Identifikasi Permasalahan Lingkungan di Kawasan Sempadan Pantai Taman Wisata Perairan Gili Trawangan,NTB
Parawisata yang ada di pesisir pantai di Gili Trawangan perkembangannya sangatlah pesat,dimana berpengaruh pada kondisi lingkungan pantai khususnya di kawasan sempadan pantai yang mana termasuk kawasan lindung.Adapun tabel hasil observasi ialah sebagai berikut :
Tabel 1. Hasil Observasi Permasalahan Lingkungan di kawasan sempadan pantai Gili Trawangan
No.
Hasil Observasi
Keterangan
Lokasi
1.
Abrasi pantai
semakin parah bila dibandingkan tahun sebelumnya, terparah di bagian utara dekat PLN
terjadi di beberapa lokasi
2.
Pelanggaran pembangunan sarana prasarana wisata di kawasan sempadan pantai
semakin marak khususnya bangunan restoran/cafe
terjadi di beberapa lokasi
3.
Pengelolaan sampah belum optimal
ketersediaan tempat sampah masih minim dan kurang terawat
terjadi di beberapa lokasi
4.
Pengelolaan sarana-prasarana dan fasilitas umum belum optimal
dermaga rusak (patah dan berkarat), jalan rusak (kadang becek, tergenang, kurang penerangan), pelabuhan yang agak kotor semerawut
terjadi di beberapa lokasi
Sumber:Data Sekunder,2018
2.     Analisis Penyebab Permasalah-an Lingkungan yang Terjadi di Kawasan Sempadan Pantai Taman Wisata Perairan Gili Trawangan, NTB
a.     Abrasi pantai
Kondisi pantai Gili Trawangan beberapa tahun terakhir ini banyak mengalami degradasi.Dimana berdasarkan observasi yang dilakukan bahwa telah terjadi kerusakan pantai disebabkan oleh abrasi semakin parah.Adapun permasalahan utama terjadinya abrasi pantai ialah karna hempasan gelombang yang cukup besar pada pesisir pantai yang kurang cukup terlindungi oleh tanaman-tanaman pemecah ombak.Disini juga masyarakat sadar saat di wawancari mengenai kondisi lingkungan di sekitar pantai ia pun menyadari bahwa salah satu penyebab terjadinya abrasi adalah karena habisnya (berkurang-nya) tanaman mangrove yang tumbuh disana. Banyak pohon mangrove di-tebang guna membuka lahan dan mendirikan bangunan-bangunan. Tingginya penebangan pohon mang-rove guna pembukaan lahan dan meningkatnya aktivitas masyarakat serta wisatawan di kawasan sem-padan pantai semakin memperparah kerusakan pantai. Hal ini otomatis akan mengurangi fungsi ekologis dari ekosistem mangrove.Seperti yang kita ketahui bahwa tanaman mangrove itu berfungsi sebagai penjaga garis pantai,pemecah gelombang dan arus yang akan menerpa sempadan pantai sehingga nantinya dapat menyebabkan abrasi.

b.     Pelanggaran pembangunan sa-rana prasarana wisata di kawasan sempadan pantai
Permasalahan yang sering muncul di dalam pembangunan suatu ka-wasan adalah tumpang tindihnya pe-runtukkan lahan dan atau pemba-ngunan yang tidak mengikuti ke-tentuan peruntukkan lahan yang telah ditetapkan. Penataan ruang harus memperhatikan aspek lingkungan, termasuk konservasi sumber daya alam dan sentitifitas ekosistem serta aspek sosial, budaya dan ekonomi masyarakat. Adapun saat melakukan wawancara dengan pihak Dinas Pariwisata KLU diperoleh informasi bahwa permasalahan pariwisata yang dihadapi Gili Trawangan saat ini antara lain meliputi kurang optimalnya penataan lingkungan,pelanggaran pemanfaatan sempadan pantai, konflik status kepemilikian tanah dan masalah perizinan untuk pendirian usaha..Tidak hanya itu beberapa titik masih ditemui adanya bangunan penginapan dan restoran yang berdiri tepat di tepi pantai dan bahkan ada yang dibangun secara permanen.

c.      Pengelolaan sampah belum optimal sepenuhnya
Seperti yang di lihat bahwa pada kondisi pantai di beberapa titik masih kurang terawat.Ini disebabkan karna masih banyaknya sampah yang berserakan di tepi pantai tersebut.Tidak hanya itu karna masih kurangnya ketersediaan tempat sampah disana menjadikan salah satu faktor penyebab banyaknya sampah di pesisir pantai Gili Trawangan.Padahal selama ini ada pihak yang menanganin tentang kebersihan pantai terutaman untuk pengangkutan sampahnya sendiri dan untuk masyarakat peduli lingkungan juga mengelola sampahnya agar bisa sedikit mengurangi permasalahan sampah yang ada.Namun ketika hujan turun sampah hanya dibiarkan saja karna basah dan susah untuk dibakar.
d.     Pengelolaan sarana -prasarana dan fasilitas umum belum optimal
Dimana seperti yang dilihat bahwa kondisi sarana-prasarana dan fasilitas umumnya banyak yang tidak terawat dengan baik.Iniliah yang dapat menyebabkan kondisi sosial perekonomian masyarakat dapat berkurang karna fasilitas di sekitar wilayah mereka tidak terkelola dengan baik.Seperti yang kita ketahui bahwa fasilitas sarana dan prasarana adalah sebagai penunjang kegiatan sosial juga ekonomi masyarakat yang tinggal di pesisir tersebut.Maka dari itu seharusnya pemerintah atau pihak yang mengelolanya segera bertindak cepat untuk menangani permasalahan tersebut.

3.     Analisis Pengelolaan Kawasan Sempadan Pantai Taman Wisata Perairan Gili Trawangan NTB
a.     Penanganan Abrasi
Adapun penanganannya ialah penanaman mangrove kembali agar dapat menjadi penghalang gelombang air tidak hanya mangrove namun tanaman-tanaman laut lainnya. Lalu membuat tumpukan batu atau karung yang berisikan pasir yang mana nantinya diikat-ikat menjadi satu sebagai penghalang ombak yang akan menerja sempandan pantai agar tidak terjadi abrasi.
b.     Pengelolaan sarana prasarana wisata
Untuk pengelolaan prasarana wisata mungkin lebih diperhatikan lagi dari segi perizinannya maupun pendirian sarananya.Contohnya untuk pendirian hotel dimana banyak dibutuhkan beberapa perizinannya agar pendirian atau pembangunan hotel tersebut berjalan lancar.Karna seperti yang diketahui bahwa semakin baik kualitas prasarana wisata pastinya akan menunjang sosial ekonomi wilayah dan masyarakat yang ada di sekitar tersebut.Tidak hanya itu para wisatawan pasti lebih banyak berkunjung karna kelengkapan dan pengelolaan prasarananya yang baik dan sesuai perizinan pembangunan.
c.      Penanganan sampah
Adapun untuk penanganan sampah sendiri yaitu dengan pengurangan volume sampah itu sendiri.Tidak hanya itu ada upaya lain yang perlu dilakukan dalam penanganan sampah adalah dengan cara pemilahan dalam bentuk pengelompokan dan pemisahan sampah sesuai dengan jenis, jumlah, atau sifat sampah, pengumpulan dalam bentuk pengambilan dan pemindahan sampah dari sumber sampah ke tempat penampungan sementara atau tempat pengolahan sampah terpadu, pengangkutan dalam bentuk membawa sampah dari sumber atau dari tempat penampungan sampah sementara atau dari tempat pengolahan sampah terpadu menuju ke tempat pemrosesan akhir,pengolahan dalam bentuk mengubah karakteristik, komposisi, dan jumlah sampah.

6.     ARGUMENTASI TERHADAP ISU-ISU
Menurut saya untuk isu permasalahan yang diteliti pada di kawasan sempadan pantai wisata Gili Trawangan sudah sangat detail.Dimana isu yang utama ialah abrasi seperti yang di ketahui bahwa abrasi yang ada di pantai Gili Trawangan disebabkan karna adanya penembangan pohon mangrove yang tanpa izin untuk pembukaan lahan baru supaya pembangunan prasarana disana dapat terpenuhi.Dari isu tersebut menurut saya sudah banyak minusnya dimana para pengelola seharusnya memperketat izin agar penggundulan mangrove tidak terjadi, selain itu pula melihat kondisi lingkungan pantai yang banyak sampah pastinya pihak pemerinta maupun pengelola harusnya lebih sigap dalam menanganinya.Masalahnya ini tidak hanya untuk kepentingan individu melainkan kepentingan bersama dimana banyak masyarakat yang seharus mersakan dampak positif dari pengembangan wisata tersebut bukan malah merasakan sebaliknya.Maka dari itu diharapkan kepada pemerintah atau pihak pengelola dapat banyak mempertimbangkan hal-hal yang sekiranya merugikan masyarakat maupun kondisi lingkungan di sekitar pantai tersebut.Adapun seharusnya pemerintah lebih tegas dan lebih mengetahui apa yang mungkin sekiranya baik untuk pengelolaan pengembangan wisata pantai yang ada di Gili Trawangan tersebut.Banyak dampak negatif  yang dirasakan oleh masyarakat,dapat dilihat dari pengelolaan maupun pembangunan wisata pantai tersebut,dikarna melihat sisi negatif dari pantai itu menjadikan para wisatawan enggan untuk mengunjungi tempat tersebut dimana pengelolaan dan pembangunannya tidak sesuai dengan apa yang diharuskan.Wisata pantai yang baik pengelolaannya harusnya dapat menunjang sosial ekonomi masyarakat dan dapat menarik perhatian wisatawan yang ada karna daya tarik pantainya unik juga indah bukan melaikan dari sisi negatifnya yang dilihatkan.

7.     KESIMPULAN DAN REKOMENDASI
Seperti yang kita ketahui kawasan pantai memiliki nilai penting dalam kegiatannya contohnya pantai Gili Trawangan dimana memiliki memiliki pemandangan pantai yang indah.Oleh karna itu seharusnya kelestariannya tetap dijaga kelestariannya dan kebersihannya agar pembangunan parawisata di Gili Trawangan dapat terus berkelanjutan.Tidak hanya itu seharusnya dalam pengelolaan pantai maupun wisata pantai tidak lupa memperhatikan fungsi utama kawasan sempadan pantai yang mana mempunyai fungsi lindung.Berdasarkan dari uraian isu di atas dapat disimpulkan :
1.     Permasalahan lingkungan yang utama terjadi ialah abrasi dimana merusak sempdan pantai taman wisata Gili Trawangan,NTB.
2.     Masih banyaknya masyarakat yang sadar akan pentingnya menjaga lingkungan dari sampah-sampah.
3.     Masih kurangnya terbuka pemikiran pengelola akan bahayanya kerusakan pantai apabila terus dilakukannya penggundulan pohon mangrove tanpa ada penanggulangannya ataupun reboisasi kembali.
4.  Guna mendukung keberlanjutan pembangunan pariwisata Taman Wisata Perairan Gili Trawangan, NTB maka pengelolaan lingkung-an di kawasan sempadan pantai perlu dilakukan secara bijaksana, terpadu dan melibatkan semua pihak terkait.

Adapun rekomendasi terkait isu permasalahan yang ada disempadan pesisir Gili Trawangan ialah :
1.     Agar wisata pesisir di Gili Trawangan tetap berkelanjutan harus adanya sanksi yang tegas oleh pihak pemerintah contoh berupa pembongkaran bangunan maupun membuat perbaikan atas kerusakan yang terjadi seperti semula agar ada efek kapok dari piham yang tidak bertanggung jawab.
2.     Menerapkan atau mempertegas perizinan dalam perencanaan pembangunan wisata maupun dari segi prasarana sarana dan fasilitasnya.
3.     Menghimbau masyarakat akan pentingnya menjaga lingkungan dan menanam kembali tanaman laut agar abrasi tidak terjadi terus menerus.
4.     Meningkatkan sarana pengelolaan sampahnya secara swadaya maupun dari pihak yang mengelola agar tidak terjadi pemcemaran lingkungan atau kerusakan ekosistem pesisir pantai.
5.     Melakukan peningkatan dan perbaikan di segi sarana,prasarana dan fasilitasnya agar dapat dinikmati oleh masyarakat maupun wisatawan yang berkunjung.



DAFTAR PUSTAKA
Adapun jurnal di download pada tanggal 10 September 2018 Pukul 16:55 berikut adalah linknya:

Komentar